Rabu, 06 Mei 2015

To All the Boys I've Loved Before

Bukaaaaan, ini bukan postingan buat orang-orang yang pernah saya suka. Haha bukaaan. Ini judul novel yang ditulis Jenny Han. Awalnya tau buku ini dari Najong yang upload di instagram dan Vanny yang update di path. Penasaran kan, aku ikut baca juga.



Inti ceritanya, Lara Jean, tokoh utama di novel ini selalu nulis surat buat orang-orang yang pernah dia suka. Tapi nulis suratnya waktu dia mau mengakhiri perasaannya. Dan suratnya cuma disimpan sendiri, di kotak pemberian ibunya. Konfliknya muncul ketika surat-surat yang disimpannya sendiri itu hilang semua. Dikirim ke nama yang tertulis di surat itu.
Yak, itu sekilas perkenalan novelnya. Maafkan saya ga pintar ngerangkum -_- Baca sendiri aja ya haha bagus sih menurut saya. Ya, karena dasarnya saya memang suka novel-novel teenlit haha. Selain itu, bahasa inggris yang digunakan di novel ini cukup mudah dimengerti untuk beginner seperti saya haha.

Oiya ada satu lagi alasan kenapa saya suka novel itu. Sama seperti Lara Jean, saya juga terbiasa menulis untuk orang-orang yang saya suka. Tapi tidak pernah saya kirimkan. Iya lah, jaman dulu nulisnya di buku diary. Baru semenjak kuliah nulis di private blog haha. Entahlah, saya suka hal-hal klasik, saya suka menulis diary. Tapi masalah saya dari kecil sampe sekarang, saya ga berani menunjukkan perasaan saya yang sebenarnya. Klasik juga, saya terlalu pemalu. *tolong jangan muntah* Ketika baca novel itu, saya sambil membayangkan menjadi Lara Jean, bagaimana jika buku diary saya dibaca orang yang pernah saya sukai, atau jika private blog saya ketahuan siapapun, ugh membayangkannya saja saya pusing. Sepertinya buruk. Cukup saya saja yang mengetahuinya.

Terakhir ada beberapa kalimat yang mengena di saya,

"What are you so scared of?" "I'm not scared of anything." "The hell you're not! You'd rather make up a fantasy version of somebody in your head than be with a real person."

When someone's been gone a long time, at first you save up all the things you want to tell them. You try to keep track of everything in your head. But it's like trying yo hold on to a fistful of sand: all the little bits slip out of your hands, and then you're just clutching air and grit. That's why you can't save it all up like that. Because by the time you finally see each other, you're catching up only on the big things, because it's too much bother to tell about the little things. But the little things are what make up life.
 Jadi begitulah, saya tetap menyimpan tulisan-tulisan untuk orang yang pernah sukai. Hanya untuk pengingat orang itu pernah berarti untuk saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar